Politweet.Org

Observing Malaysian Social Media

Posts Tagged ‘indonesia

Popular Tweets About Mary Jane Veloso, April 25th – 30th

Mary Jane Veloso was part a group of drug traffickers and smugglers who were to be executed on April 29th 2015. Mary, a Filipino woman, was arrested in Indonesia on April 25th 2010 for alleged possession of 2.6 kilograms of heroin.

On October 11th, 2010 she was given the death penalty. After many appeals, in March 2015 a petition to save Mary Jane (using the hashtag #SaveMaryJane) started in the Philippines. She was subsequently handed a Notice of Execution on April 25th 2015.

On April 29th she was granted a stay of her execution. Eight other prisoners (including 2 members of the Bali 9 group, Andrew Chan and Myuran Sukumaran) were executed by firing squad that same day.

We collected tweets about Mary Jane Veloso, the #SaveMaryJane campaign and the #MaryJaneLives response from April 25th – April 30th 2015 (UTC+8 Malaysian Standard Time). What follows is a summary of popularly shared content and the network of users tweeting about the topic.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Written by politweet

May 7, 2015 at 1:50 am

Popular phrases related to Hari Raya (Eid Ul-Fitr / Idul Fitri)

During the Raya break (August 17 – 23 2012) Politweet collected tweets containing Raya-related terms. These terms were decided based on expected terms and what trended in Malaysia during that period.

To try and focus more on Malaysia, Indonesian-majority terms such as ‘Maaf Lahir’ and ‘Idul Fitri’ were not tracked. However it was later discovered that ‘Idul Fitri’ is used by Malaysians as well.

A total of 1,653,999 tweets by 718,200 users were collected. The chart displays the top phrases among those tracked.The searchterms tracked were:

Selamat Hari Raya
Eid Mubarak
Happy Eid
Maaf Zahir
#SelamatHariRayaTo
Salam Aidilfitri
#SalamAidilfitri
Ied Mubarak
#HappyEid
#HappyEidTo
#TeringinBerayaBersama
#Raya2012

Terms that trended worldwide during this period

  1. Eid (730 mins, not tracked because too generic)
  2. Happy Ied Mubarak (370 mins, counted under Ied Mubarak above)
  3. Eid Mubarak (330 mins)
  4. #SelamatHariRayaTo (260 mins)
  5. Happy Eid Mubarak (150 mins)
  6. Happy Eid (20 mins)
  7. Selamat Hari Raya (10 mins)

Terms that trended in Malaysia during this period

  1. Maaf Zahir & Batin (2930 mins, counted under Maaf Zahir above)
  2. #SelamatHariRayaTo (1620 mins)
  3. Happy Eid (1520 mins)
  4. Happy Eid Mubarak (1520 mins, counted under Happy Eid)
  5. Salam Aidilfitri (1250 mins)
  6. #SalamAidilfitri (680 mins)
  7. Eid (530 mins)
  8. Selamat Hari Raya (220 mins)
  9. Eid Mubarak (180 mins)
  10. #HappyEid (50 mins)
  11. #Raya2012 (40 mins)
  12. #HappyEidTo (30 mins)
  13. #TeringinBerayaBersama (20 mins)

Some phrases such as ‘Selamat Hari Raya’ are mainly used by Malaysians and Indonesians, while Eid, Ied and similar terms are used globally. There is no practical way to tell how many users are Malaysian.

Facts and observations

Out of the total tweets, 836,785 (50.59%) were in Malay/Indonesian and 469,708 (28.40%) were in English. The number of Malay tweets is likely even higher (est. 100-200K) as Malay tends to be miscategorised as other languages.

Out of the total users, 371,101 (51.67%) tweeted in Malay/Indonesian and 320,527 (44.63%) tweeted in English. There is some overlap between the 2 groups.

62% of Eid Mubarak users tweeted in English.

91% of Selamat Hari Raya users tweeted in Malay/Indonesian.

Both phrases peaked at the same period, August 19th 5 AM – 7 AM (GMT+8).

Eid Mubarak tweet levels remained consistent until the start of August 21st. This is because the term was used globally at all hours.

Selamat Hari Raya tweet levels were cyclical – high in the morning and evening and very low at night. This is consistent with Malaysian tweeting patterns.

63,402 users (8.8%) follow Malaysian politicians. Its smaller than expected because 1.03 million users follow Malaysian politicians.

Additional charts

The Most Retweeted ‘Selamat Hari Raya’ Tweets (tweet, RTs)

  • “RT @LFC: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433H bagi semua pendukung The Reds di Indonesia yang merayakan. Mohon maaf lahir bathin, dari kami di @LFC”, 682
  • “RT @MotivasiCintaku: untuk para Jomblo Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Lebaran itu yg penting bukan pakaian baru tapi STATUS BARU! (⌣̩_⌣ ) #MotivasiCintaku”, 367
  • “RT @DoaIndah: “Taqobbalallaahu minna wa minkum, Minal A’idin Wal Faidzin Kullu aamin wa antum bi khoir. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433H”.”, 361
  • “RT @yunamusic: Eid Mubarak everybody, Selamat Hari Raya, maaf zahir dan batin, have a wonderful celebration.”, 295
  • “RT @AbahYou_Tweet: *dapat kad raya* *baca* *dari crush* “selamat hari raya btw saya dah lama suka awak” *sesak nafas* *pengsan* *koma* *mati*”, 292
  • “RT @DoaIndah: “Taqobbalallaahu minna wa minkum, Minal A’idin Wal Faidzin Kullu aamin wa antum bi khoir. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433H””, 290
  • “RT @mrezanugrah: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 Hijriyah. Minal aidin wal faidzin ya. Mohon maaf lahir dan batin, kita semua kembali ke fitrah..”, 275
  • “RT @KamusCewek: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433H, mohon maaf lahir & batin ;)”, 255
  • “RT @officialJKT48: Seluruh staff JKT48 mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin :)”, 250
  • “RT @bepe20: Saya sekeluarga mengucapkan: Selamat hari raya Idul Fitri 1433 H, Mohon maaf lahir dan bathin..”, 220

The Most Retweeted ‘Eid Mubarak’ Tweets’ (tweet, RTs)

  • “RT @zaynmalik: Eid Mubarak, thankyou to everyone who wished me a happy eid. Love you all 🙂 x”, 35752
  • “RT @SamNasri19: Aid mabrouk a tous les musulman, Eid Mubarak to all the muslims”, 2833
  • “RT @sneijder101010: Eid Mubarak to all my Muslim followers…. Have a great Sunday everyone….”, 2123
  • “RT @LupeFiasco: Eid Mubarak from Los Angeles…Inshallah Allah SWT has accepted our fasts and prayers this Ramadan!”, 1636
  • “RT @SHAQ: Dear Friends, I want to take this special time of the year to wish you and your families a Eid Mubarak during this memorable time of the yr”, 1343
  • “RT @Milanello: Eid Mubarak to all Muslims around the world!”, 1051
  • “RT @thegame: Eid Mubarak !”, 899
  • “RT @iamsrk: Eid Mubarak to everyone.May Allah fill your life with happiness. Look forward to reading the Takbirat in an open space in Ladakh.Insha Allah”, 897
  • “RT @TheRealAC3: Happy eid mubarak 2 all my muslim followers!! #bless”, 847
  • “RT @jaysean: Eid Mubarak to all my muslim fans out there!! Love to u all!”, 807

Written by politweet

August 24, 2012 at 4:54 am

Coverage: (VivaNews) Malaysia Dibangkang Bersih 2.0

Published on Jul 15 (http://us.sorot.vivanews.com/news/read/233615-dibangkang-bersih-2-0)

VIVAnews –  “@mkapor onward march towards freedom and democracy.” Tweet itu dikirim oleh tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim kepada kawannya, Mitchell David Kapor, seorang ahli teknologi pendiri Lotus Development Corporation dan investor Startup, yang tinggal di California AS.

Pagi itu, Sabtu 9 Juli 2011, dari Kuala Lumpur Malaysia, Anwar bersiap menuju perhelatan aksi akbar rakyat Malaysia di Stadium Merdeka: unjuk rasa besar-besaran menuntut pemilu 2012 yang jujur dan adil di Malaysia.

Di menit-menit selanjutnya, Anwar pengguna berat jejaring sosial mikroblog Twitter itu, terus melaporkan momen demo bertajuk ‘Bersih 2.0’. Imbuhan ‘2.0’ menunjukkan aksi ini kelanjutan gerakan dan unjuk rasa ‘Bersih’  yang pernah digelar pada 10 November 2007.

Tapi, imbuhan itu juga mengingatkan kita pada ‘Web 2.0’ yang diperkenalkan Tim O’Reilly. Bisa jadi, gerakan yang digagas Gabungan Pilihanraya Bersih dan Adil (gabungan sekitar 60 LSM Malaysia), dan didukung koalisi tiga partai oposisi  itu akan lebih interaktif, kolaboratif, dan partisipatif, ketimbang demonstrasi Bersih 2007 lalu.

Dibanding aksi serupa empat tahun lalu, Bersih 2.0 memang berbeda. Pesertanya dari beragam latar,  baik usia, etnik, dan pandangan politik. Berbagai tokoh oposisi Malaysia hadir. Ada Anwar Ibrahim, istrinya Wan Azizah Wan Ismail, putrinya Nurul Izzah Anwar, Wakil Presiden PKR Azmin Ali, Presiden PAS Abdul Hadi Awang serta dua wakilnya, Pemimpin BERSIH Datuk Ambiga Sreenevasan, Haris Ibrahim, Maria Chin Abdullah, Lim Kit Siang, dan Samad Said.

Tak ketinggalan, Marina Mahathir, putri mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad. Marina adalah blogger terpandang di Malaysia.

Aksi itu juga dirayakan anak-anak muda. Sebagian besar, masih “polosan”,  belum punya afiliasi politik pasti. “Rakyat marah atas penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak Kerajaan. Itu sebabnya massa yang selama ini tidak pernah memprotes, berjalan bersama-sama dalam aksi 9 Juli ini,” ujar Marina Mahathir kepada VIVAnews.

Bagi Malaysia – negara yang jarang digoyang demo itu- unjuk rasa Sabtu lalu adalah terbesar. Pemerintah Malaysia menyebut angka 6000. Tapi beberapa laporan lain menyebut jumlah demonstran berkisar antara 20 ribu – 50 ribu orang.

Tak hanya itu, berbeda dengan unjuk rasa Bersih 2007, pada aksi kali itu para demonstran benar-benar memanfaatkan teknologi. Untuk menghadapi dan menyiasati larangan serta pemblokiran jalan yang dilakukan aparat, mereka mengandalkan ponsel dan jejaring sosial: Facebook dan Twitter.

Disepak, diinjak

Sejak pagi, polisi Malaysia telah bersiap. Laporan pandangan mata dari MalaysiaKini.com, salah satu media alternatif lokal, mengatakan polisi bersiaga di Masjid Negara, Masjid Jamek, Hotel Tune dan Sogo di sekitar Jalan Tunku Abdurrahman. Bahkan, Dataran Merdeka, telah ditutup.

Begitu pula jalan ke Stadium Merdeka dari Jalan Maharajalela. Di jalan itu, kawat berduri melingkar-lingkar seperti gulungan semak yang tajam.

Jalan diblokade. Tak sedikit pengunjuk rasa kebingungan. Untunglah, lewat Twitter mereka bertukar informasi tentang daerah mana ditutup, dan mana yang bisa dilalui. Rupanya ada pendukung unjuk rasa yang kreatif membuat peta kolaboratif di Google Maps, menandai daerah yang telah ditongkrongi aparat.

Google Map Bersih 2.0 Rally, menandai daerah-daerah yang diblokir polisi

Para pendemo itu memang direncanakan beraksi di jalanan Kuala Lumpur. Tapi setelah berkonsultasi dengan Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Mizan Zainal Abidin, akhirnya aksi disepakati digelar di Stadium Merdeka, tempat kemerdekaan Malaysia dulu diproklamirkan.

Selain tempat itu, aksi unjuk rasa juga digelar di sejumlah kota dunia. Dari London, Seoul, Canberra, Melbourne, Sydney, Osaka, Los Angeles, San Francisco sampai ke New York.

Tak jauh berbeda dengan aksi sama pada 2007, aksi Bersih 2.0 meminta pemerintah memakai tinta permanen dalam  pemilu, membuka akses media kepada kandidat oposisi, menyediakan setidaknya 21 hari masa kampanye, menghentikan korupsi, dan politik kotor.

Unjuk rasa itu sendiri sebenarnya berlangsung damai. Para demonstran berjalan tertib sambil meneriakkan yel-yel: “Reformasi… Bersih,” atau Hidup, hidup, hidup, Rakyat.” Tak ada sikap-sikap agresif.  “Suasana di situ malah seperti karnaval. Mereka meramaikan aksi dengan nyanyian dan tarian,” kata Marina Mahathir.

Marina beruntung. Dia menempuh rute dari Jl Hang Jebat ke arah Stadium Merdeka. Aparat keamanan di daerah itu tak brutal. “Mereka memberi peluang kepada rakyat yang memprotes untuk berjalan ke arah Stadium Merdeka.”

Polisi-polisi yang ia jumpai di wilayah itu dinilainya profesional, karena tak sedikitpun kekerasan yang ditunjukkan kepada para demonstran.

Tetapi di tempat lain, para demonstran dihajar babak belur. Aparat mendadak buas. Di sejumlah tempat, tanpa basa-basi, pendemo disemprot water cannon, dan dilempari gas air mata. Massa kocar-kacir, mundur sambil melempar balik gas air mata ke arah polisi. Kemudian, mereka kembali maju secara berkelompok.

Tapi kekerasan itu sepertinya hendak disembunyikan. “Polisi telah berhasil dalam mengevakuasi massa. Tidak terjadi kontak fisik antara mereka,” ujar Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Padahal, rekaman video demonstrasi itu di YouTube justru memamerkan kebrutalan itu. Dari video terungkap tak sedikit demonstran dizalimi aparat. Ada yang mendapat bogem, dibanting, bahkan diinjak dan disepak-sepak.

Alasannya kadang sepele. Misalnya, ada demonstran memakai kaus kuning, mereka ditangkapi. Akibatnya, sekitar 1.600 orang dicokok selama unjuk rasa berlangsung. Nama-nama besar dunia politik pun terjaring. Ada Mahfuz Omar, Salahuddin Ayub, Mohamad Sabu, Fauziah Salleh, Tian Chua, Ambiga Sreenevasan, Abdul Hadi Awang, Azeez Rahim, dan Nur Izzah Anwar.

Anwar Ibrahim pun kena sasaran, kepalanya memar digetok polisi. Kakinya luka. Salah satu pengawal Anwar, Fayad terluka di kepala dan harus dioperasi. Seorang pengunjuk rasa nasibnya lebih malang. Dia Baharuddin Ahmad (59), yang meninggal akibat sesak nafas setelah ditembak gas air mata di depan Kuala Lumpur City Centre.

“Kolap” Twitter

Kabar duka itu menyebar cepat lewat Twitter. Anwar mengucap ‘Innalillahi’. Ada pula yang mengajak mengirimkan Surat Al-Fatihah untuk almarhum Baharuddin. Retweet kabar duka pun berhamburan. Selama unjuk rasa berlangsung, para demonstran bertukar informasi melalui jejaring sosial.

“Saya dan teman-teman memang bergantung kepada social media seperti Twitter dan Facebook mengikuti perkembangan Bersih 2.0,” kata Marina. Tapi, hari itu Marina lebih banyak diam, dan mengamati perkembangan lewat Twitter, agar langkah-langkahnya tak diketahui aparat.

Ahmed Kamal Nava, Founder PolitweetPakar teknologi informasi dan praktisi media sosial independen dari Malaysia, Ahmed Kamal Nava, menjelaskan sebelum unjuk rasa berlangsung, Facebook dan Twitter juga dipakai menyebarkan rencana unjuk rasa, berita penangkapan aktivis, dan alasan kenapa mereka harus ikut demo itu. “Sebab media mainstream seperti surat kabar dan televisi kelihatannya justru fokus menakut-nakuti orang agar tak ikut dalam unjuk rasa.”

Ketika unjuk rasa berlangsung, Facebook dan Twitter berfungsi bak “kolap”, alias “komandan lapangan” di aksi demo. Dia digunakan demonstran memberitahu keberadaan mereka, dan posisi aparat polisi. Atau melaporkan apa yang sedang terjadi, dan membagikan foto kejadian dari berbagai wilayah unjuk rasa.

Tapi, menurut dia, Facebook dan Twitter tak digunakan mengeluarkan aba-aba, atau perintah memobilisasi masa ke tempat tertentu. “Jadi saat itu semuanya tergantung pada massa di lapangan,” kata pria jebolan Computer Science dari Monash University yang sempat menjadi kontributor halaman TI di harian New Straits Times itu.

Mereka, kata Kamal, bergerak secara acak, memberi tahu posisi dan pergerakan mereka lewat Tweet. “Tidak terlihat ada orang khusus bertugas mengorganisir tiap kelompok. Gerakan itu terasa sangat organik, dan tidak sistematik,” ia menambahkan.

Kamal menganalisa semuanya melalui sebuah layanan web yang ia dirikan sejak Oktober 2009 bernama Politweet . “Politweet adalah semacam sebuah lembaga riset, yang mempelajari interaksi sosial antara masyarakat Malaysia dan para politisi mereka melalui Twitter,” katanya. Lewat Politweet, kita bisa melihat Tweet politik populer harian di Malaysia. Politweet juga memantau Tweet terkait pemilu di beberapa negara bagian Malaysia.

Politweet, aplikasi penganalisa Tweet politik di Malaysia

Hebatnya, layanan Politweet ini mampu menjejak Tweet pengguna Twitter berdasarkan lokasi. Caranya, ia memanfaatkan data Twitter dari koordinat GPS di ponsel pengguna, sehingga Politweet mampu menampilkan koordinat itu ke dalam peta, dengan tingkat akurasi 1-10 meter. “Jika Anda menggunakan komputer, Politweet juga masih bisa mengetahui lokasi Anda, dengan tingkat akurasi hingga 500 meter,” kata Kamal.

Dengan begitu, Kamal memantau pergerakan massa dan Tweet yang terjadi selama unjuk rasa berlangsung (lihat Infografik). Pada saat itu, ada 19.190 pengguna Twitter yang melayangkan 85.373 Tweet. 9.351 pengguna, atau sekitar 49 persen adalah pengguna baru bagi sistem pelacak Politweet.

“Artinya, selama ini mereka belum pernah menyebut-nyebut nama para politisi Malaysia sejak tahun lalu,” kata Kamal. Ia menyimpulkan, hampir separuh pengguna Twitter itu adalah massa apolitis.

Kamal percaya, media sosial telah berhasil menyurutkan kecemasan masyarakat Malaysia dalam mengkritisi pemerintahan mereka, sehingga lebih berani berbagi foto, video, artikel berita, bahkan bergabung dalam demonstrasi. Jejaring sosial itu rupanya juga menularkan keberanian. “Semakin banyak koneksi yang mereka miliki, ketakutan untuk mengkritisi atau melakukan aksi semakin terkikis.”

Mengulang Mesir?

Hingga sepekan lewat, enam orang tokoh oposisi masih ditahan. Mereka adalah anggota parlemen dari Sungai Siput Jeyakumar Michael Devaraj, Deputi Ketua Partai Sosialis Malaysia M Saraswathy, Anggota Komite Pusat Choo Chon Kai dan M Sukuaran, Sekretaris Cabang Sungai Siput A Letchumana, serta Ketua Pemuda PSM Sarat Babu.

Tapi, adakah gerakan itu akan terus bergelombang seperti yang tersaksikan di Mesir, atau Tunisia? “Mungkin kultur represi di sini masih kuat. Kita baru akan melihat efek kekuatan media sosial pada pemilu mendatang,” kata Kamal.

Pada Sabtu siang 16 Juli 2011, fanpage Facebook Bersih 2.0 yang beranggotakan 180 ribu orang kembali menyerukan pendukungnya turun ke jalan. Mereka menamakannya Ops Kuningkan Malaysia. Berkumpul di Taman Kuala Lumpur City Centre, memakai segala atribut berwarna kuning, dan mendoakan arwah Baharuddin.

Setidaknya, tak cuma laman Facebook Bersih 2.0  yang terus bergeliat. Kamal terus memonitor perkembangan laman Facebook Fanpage ‘100,000 People Request Najib Tun Razak Resignation’, yang kini pendukungnya melebihi target. Lebih dari 197 ribu warga Malaysia bergabung di sana.

“Saya tidak bisa memastikan ke depan nanti seperti apa,” ujar Kamal. Tapi, Kamal menambahkan, mungkin saja ke depan laman ini akan tumbuh seperti halnya Facebook para demonstran di Mesir, ‘We are All Khaled Said’.  Tapi, kali ini laman itu milik warga Malaysia. (np)

Written by politweet

July 18, 2011 at 5:11 pm

Posted in News Coverage

Tagged with , ,